Cari Blog Ini

24 Agustus 2015

RUMAH ANAK PERANTAU



(Riza Indri Sri Metami Barus)

Kemegahanmu bukan jaminan mu.
Indahmu bukan kepastian mu.
Kemewahanmu bukanlah segalanya.
Kau memang penting, kau tempatku berteduh.
     Kau tempatku berlindung, dari badai dan panasnya terik matahari
Di bagian darimu tempatku terlelap.
Tempat favoritku tempat aku berkeluh kesah, tempat aku menjadi diriku sendiri
Di bagian darimu pula  tempatku berkumpul dengan orang-orang yang ada didalamnya, dimana waktu itu menjadi waktu yang ku tunggu.
Di sisi setiap sudut mu itu adalah kenangan bagi ku yang Menyelimuti jiwa, menerangi gelap
Membalut luka dan menyembuhkan duka.
Tapi itu sekarang aku tidak melihat  Mentari yang masih tetap bersinar
saat Kubuka jendela kamar dan melihat hijaunya pekarangan di halaman belakangku kini.. Tak lagi kudengar, kicauan burung gereja itu.
Langit yang dulu biru dan awan putih yang menyelimuti saat aku duduk di depan rumah yang sangat ku rindu, kini hanya memoriant semata.
Wahai rumahku yang dulu aku rindu taukah engkau ada bisikan hati ingin bertemu namun waktu yang tak setuju.
Sekarang aku berjauhan dengan mu, jauh di negeri sebarang.
Walaupun engkau tak semegah tempat ini.
Engkau tak semewah tempat ini, dan engkau tak sebesar tempat ini tapi dibalik hati ini terucap kata AKU RINDU.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar